Wednesday, May 27, 2015

Rawai Dasar

Rawai dasar atau bottom long line adalah alat penangkap ikan yang dipergunakan untuk menangkap ikan- ikan dasar. Berbentuk rangkaian mata pancing yang dipasang pada satu utas tali yang panjang. Satuan umum yang digunakan untuk rawal dasar adalah BASKET.
Dalam satu basket rawai dasar terdiri dan 50 — 100 mata pancing.
Rawai dasar dirangkai dan komponen-komponen berupa ;
  Tali utama (main line),
  Branch line (tali cabang),
  Mata pancing,
  Pemberat,
  Jangkar,
  Tali pelampung,
  Swivel, dan
  Pelampung
Alat Bantu Penangkapan
  Rawai dasar yang dioperasikan dilaut yang dalam dan dengan jumlah mata pancing yang sangat banyak, memerlukan alat bantu penarik tali atau line hauler
  Line hauler berfungsi menarik tali utama. Sehingga rawai dasar dapat ditarik keatas kapal dengan cepat dan ringan




Pola Pengoperasian

  Sarana apung serta perlengkapan lain yang dipergunakan pada pengoperasian rawai dasar, relative kecil sederhana.
  Dilakukan selama 5 — 10 hari dalam satu trip penangkapan,
  Bahkan apabila fishing ground dekat dengan pangkalan pendaratan ikan, pengoperasian rawai dasar dilakukan balik hari atau sistim “one day fishing”.
  Setting atau penebaran alat dilakukan 2 kali sehari, disesuaikan dengan pola atau kebiasaan waktu ikan-ikan makan yaitu sore hari atau pagi hari

Konstruksi Rawai Dasar






 


Unit Penangkapan

  Tali Utama
  Tali Cabang
  Tali Pelampung
  Mata Pancing
  Pelampung
  Pemberat
  Jangkar




 Daerah dan Musim Penangkapan
  1. Perairan tersebut cukup subur, dalam arti di daerah tersebut secara potensial banyak terdapat ikan-ikan yang menjadi sasaran tangkap.
  2. Topografi dasar peraikan dimana alat akan dioperasikan relatip cukup rata, sehingga tidak mudah tersangkut.
  3. Daerah tersebut merupakan perairan yang bebas dari alur pelayaran.
  


Teknik Pengoperasian

1.     Persiapan pengoperasian meliputi;
-          penyiapan ikan umpan,
-          penyambungan antar basket
-          pemasangan tali pelampung,
-          pemasangan tali cabang dll.
Umpan yang akan dipasang pada mata pancing, ditempakkan dalam box atau keranjang dan ditempatkan diburitan kapal. Tali-tali cabang dipasang pada tali utama dengan menyimpul atau menggunakan snaper (peniti rawai).

2.     Penebaran (setting)
a.     Penebaran pancing dilakukan dan buritan. Penempatan komponen-komponen rawai dasar disusun sedemikian rupa, sehingga memudahkan cara kerja.
b.    Penebaran rawai dasar diawali dengan penurunan pelampung dan bendera tanda, tali jangkar dan jangkarnya, selanjutnya meng-area basket-basket tali utama dan tali cabang.
c.     Penebaran pancing harus memperhatikan arah angin dan arus agar supaya rangkaian-rangkaian rawai dasar jangan sampai masuk kebawah kapal dan menyangkut pada baling-baling.
d.     
Setelah semua basket-basket rawai dasar diturunkan semua, maka pada ujung akhir tali utama rawai dasar tersebut disambung dengan tali pelampung lengkap dengan pelampungnya serta disambungkan juga dengan tail jangkar, lengkap dengan jangkarnya, selanjutnya rangkaian rawal dasar tersebut dibiarkan tetap berada didasar peraikan selama beberapa jam, kemudian baru diangkat keatas kapal (hauling).

3.     Penarikan (hauling)
§  Penarikan rawai dasar dilakukan dari bagian haulan kapal.
§  Arah olah gerak perahu adalah menyerong kearah tebaran rawai dasar, dan diupayakan memberikan imbangan kecepatan untuk meringankan penarikan.
§  Pada waktu melakukan penarikan, tali utama harus digulung dengan rapi serta disusun dengan terartur pada tempatnya (keranjang box).
§  Diusahakan supaya tali-tali tidak kusut sementara dilakukan penarikan alat, maka tali-tali cabang harus disusun dengan rapi dan teratur untuk memudahkan pengoperasian selanjutnya.
§  Ikan yang tertangkap dilepas dengan hati-hati jangan sampai rusak, selanjutnya dibersihkan dan dicuci dan disimpan dalam palka atau peti-peti Ikan.

§  Jika jangka waktu penangkapan cukup lama, ikan-ikan hasil tangkapan harus diawetkan agar tidak busuk

1 comment:

  1. Di perairan Malaysia, penggunaan rawai ini adakah dibenarkan?

    ReplyDelete

PENDAMPINGAN KOPERASI SEKTOR KELAUTAN DAN PERIKANAN

PENDAMPINGAN KOPERASI SEKTOR KELAUTAN DAN PERIKANAN Latar Belakang Penerima manfaat pembangunan kelautan dan perikanan pada hakekatnya m...