Wednesday, May 27, 2015

Penurunan Mutu dan Proses Pembusukan Ikan


Komoditas pangan secara umum mempunyai sifat mudah mengalami kerusakan (perisable). Demikian juga dengan ikan, ikan secara alami mengandung komponen gizi seperti lemak, protein, karbohidrat dan air yang sangat disukai oleh mikroba perusak sehingga ikan sangat mudah mengalami kerusakan bila disimpan pada suhu kamar.

A.   Proses Penurunan Mutu

Secara umum ikan diperdagangkan dalam keadaan sudah mati dan seringkali dalam keadaan masih hidup. Pada kondisi hidup tentu saja ikan dapat diperdagangkan dalam jangka waktu yang lama. Sebaliknya dalam kondisi mati ikan akan segera mengalami kemunduran mutu.

Segera setelah ikan mati, maka akan terjadi perubahan-perubahan yang mengarah kepada terjadinya pembusukan. Perubahan-perubahan tersebut terutama disebabkan adanya aktivitas enzim, kimiawi dan bakteri.

Enzim yang terkandung dalam tubuh ikan akan merombak bagian-bagian tubuh ikan dan mengakibatkan perubahan rasa (flavor), bau (odor), rupa (appearance) dan tekstur (texture). Aktivitas kimiawi adalah terjadinya oksidasi lemak daging oleh oksigen. Oksigen yang terkandung dalam udara mengoksida lemak daging ikan dan menimbulkan bau tengik (rancid).

Perubahan yang diakibatkan oleh bakteri dipicu oleh terjadinya kerusakan komponen-komponen dalam tubuh ikan oleh aktivitas enzim dan aktivitas kimia. Aktivitas kimia menghasilkan komponen yang yang lebih sederhana. Kondisi ini lebih disukai bakteri sehingga memicu pertumbuhan bakteri pada tubuh ikan.

Dalam kenyataannya proses kemunduran mutu berlangsung sangat kompleks. Satu dengan lainnya saling kait mengait, dan bekerja secara simultan. Untuk mencegah terjadinya kerusakan secara cepat, maka harus selalu dihindarkan terjadinya ketiga aktivitas secara bersamaan.

B.   Perubahan-perubahan Ikan Setelah Ikan Mati
·         Hyperaemia
Hyperaemia merupakan proses terlepasnya lendir dari kelenjar-kelenjar yang ada di dalam kulit. Proses selanjutnya membentuk lapisan bening yang tebal di sekeliling tubuh ikan. Pelepasan lendir dari kelenjar lendir, akibat dari reaksi khas suatu organisme. Lendir tersebut terdiri dari gluko protein dan merupakan substrat yang baik bagi pertumbuhan bakteri.

·         Rigor Mortis
Seperti terjadi pada daging sapi dan daging hewan lainnya, fase ini ditandai oleh mengejangnya tubuh ikan setelah mati. Kekejangan ini disebabkan alat-alat yang terdapat dalam tubuh ikan yang berkontraksi akibat adanya reaksi kimia yang dipengaruhi atau dikendalikan oleh enzim. Dalam keadaan seperti ini, ikan masih dikatakan sebagai segar.

·         Autolysis
Fase ini terjadi setelah terjadinya fase rigor mortis. Pada fase ini ditandai ikan menjadi lemas kembali. Lembeknya daging Ikan disebabkan aktivitas enzim yang semakin meningkat sehingga terjadi pemecahan daging ikan yang selanjutnya menghasilkan substansi yang baik bagi pertumbuhan bakteri.

·         Bacterial decomposition (dekomposisi oleh bakteri)
Pada fase ini bakteri terdapat dalam jumlah yang banyak sekali, sebagai akibat fase sebelumnya. Aksi bakteri ini mula-mula hampir bersamaan dengan autolysis, dan kemudian berjalan sejajar.
Bakteri menyebabkan ikan lebih rusak lagi, bila dibandingkan dengan autolisis.
Bakteri adalah jasad renik yang sangat kecil sekali, hanya dapat dilihat dengan mikroskop yang sangat kuat dan tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Jenis-jenis bakteri tersebut adalah: Pseudomonas, Proteus Achromobacter, Terratia, dan Elostridium.

Selama ikan masih dalam keadaan segar, bakteri-bakteri tersebut tidak mengganggu. Akan tetapi jika ikan mati, suhu badan ikan menjadi naik, mengakibatkan bakteri-bakteri tersebut segera menyerang. Segera terjadi pengrusakan jaringan-jaringan tubuh ikan, sehingga lama kelamaan akan terjadi perubahan komposisi daging. Mengakibatkan ikan menjadi busuk. Bagian-bagian tubuh ikan yang sering menjadi terget serangan bakteri adalah :
·         Seluruh permukaan tubuh,
·         Isi perut,
·         Insang.

Beberapa hal yang menyebabkan ikan mudah diserang oleh bakteri adalah sebagai berikut:
·         Ikan segar dan kerang-kerangan mengandung lebih banyak cairan dan sedikit lemak, jika dibanding dengan jenis daging lainnya. Akibatnya bakteri lebih mudah berkembang biak.
·         Struktur daging ikan dan kerang-kerangan tidak begitu sempurna susunannya, dibandingkan jenis daging lainnya. Kondisi ini memudahkan terjadinya penguraian bakteri.
·         Sesudah terjadi peristiwa rigor, ikan segar dan kerang-kerangan mudah bersifat alkaline/basa. Kondisi Ini memberikan lingkungan yang sesuai bagi bakteri untuk berkembang biak.




C.   Penurunan mutu ikan oleh pengaruh fisik
Penurunan mutu ikan juga dapat terjadi oleh pengaruh fisik. Misal kerusakan oleh alat tangkap waktu ikan berada di dek, di atas kapal dan selama ikan disimpan di palka. Kerusakan yang dialami ikan secara fisik ini disebabkan karena penanganan yang kurang baik. Sehingga menyebabkan luka-luka pada badan ikan dan ikan menjadi lembek.
Hal-hal ini dapat disebabkan karena:
·         Ikan berada dalam jaring terlalu lama, misal dalam jaring trawl, penarikan trawl terlalu lama. Kondisi ini dapat menyebabkan kepala atau ekor menjadi luka atau patah.
·         Pemakian ganco atau sekop terlalu kasar, sehingga melukai badan ikan dan ikan dapat mengalami pendarahan.
·         Penyimpanan dalam palka terlalu lama.
·         Penanganan yang ceroboh sewaktu penyiangan, mengambil ikan dari jaring, sewaktu memasukkan ikan dalam palka, dan membongkar ikan dari palka.
·         Daging ikan juga akan lebih cepat menjadi lembek, bila kena sinar matahari.


D.   Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Penurunan Mutu Ikan
Cara Penangkapan
Ikan yang ditangkap dengan alat trawl, pole, line, dan sebaginya akan lebih baik keadaannya bila dibandingkan dengan yang ditangkap menggunakan ill-net dan long-line. Hal ini dikarenakan pada alat-alat yang pertama, ikan yang tertangkap segera ditarik di atas dek, sedangkan pada alat-alat yang kedua ikan yang tertangkap dan mati dibiarkan terendam agak lama di dalam air. Kondisi ini menyebabkan keadaan ikan sudah tidak segar sewaktu dinaikkan ke atas dek.

Reaksi Ikan Menghadapi Kematian
Ikan yang dalam hidupnya bergerak cepat, contoh tongkol, tenggiri, cucut, dan lain-lain, biasanya meronta keras bila terkena alat tangkap. Akibatnya banyak kehilangan tenaga, cepat mati, rigor mortis cepat terjadi dan cepat pula berakhir. Kondisi ini menyebabkan ikan cepat membusuk.

Berbeda dengan ikan bawal, ikan jenis ini tidak banyak memberi reaksi terhadap alat tangkap, bahkan kadang-kadang ia masih hidup ketika dinaikkan ke atas dek. Jadi masih mempunyai banyak simpanan tenaga. Akibatnya ikan lama memasuki rigor mortis dan lama pula dalam kondisi ini. Hal ini menyebabkan pembusukan berlangsung lambat.

Jenis dan Ukuran Ikan
Kecepatan pembusukan berbeda pada tiap jenis ikan, karena perbedaan komposisi kimia ikan. Ikan-ikan yang kecil membusuk lebih cepat dari pada ikan yang lebih besar.

Keadaan Fisik Sebelum Mati
Ikan dengan kondisi fisik lemah, misal ikan yang sakit, lapar atau habis bertelur lebih cepat membusuk.

Keadaan Cuaca

Keadaan udara yang panas berawan atau hujan, laut yang banyak bergelombang, mempercepat pembusukan.

Penanganan Ikan Diatas Kapal

PENANGANAN IKAN DIATAS KAPAL


Produk perikanan merupakan salah satu jenis pangan yang perlu mendapat perhatian terkait dengan keamanan pangan. Mengingat di satu sisi, Indonesia merupakan negara maritim terbesar di Asia Tenggara sehingga sektor perikanan memegang peranan penting dalam perekonomian nasional. Terutama dalam penyediaan lapangan kerja, sumber pendapatan nelayan dan sumber devisa negara. Selain itu, produk perikanan juga merupakan sumber protein hewani yang dibutuhkan oleh manusia. Namun di sisi lain, produk perikanan dapat menjadi media perantara bagi bakteri patogen dan parasit yang dapat menginfeksi manusia.

Penanganan ikan di atas kapal adalah segala upaya terhadap hasil tangkapan di kapal mulai dari tindakan awal sampai dengan penyimpanan yang bertujuan menjaga mutu ikan sesuai dengan standar yang diinginkan. Mutu ikan tidak dapat diperbaiki tetapi hanya dapat dipertahankan. Kerusakan atau penurunan mutu ikan dapat terjadi segera setelah ikan mengalami kematian, peristiwa ini terjadi karena mekanisme pertahanan normal ikan terhenti setelah ikan mengalami kematian. Adapun penyebab kerusakan ikan adalah bakteri, ensim dan reaksi kimia yang terdapat didalam tubuh ikan maupun lingkungan dimana ikan berada. Untuk menjaga mutu ikan hasil tangkapan, maka perlu penanganan yang baik sejak ikan diangkat dari alat tangkap, selama penyimpanan, dan pembongkarannya, sehingga ikan dapat sampai dikonsumen dengan mutu yang baik dan aman untuk dikonsumsi.

PENANGANAN IKAN DIATAS DEK
Lantai geladak dan setiap alat yang  di pakai dalam penanganan ikan segar harus di bersihkan sebelum di pakai. Setelah dinaikkan ke kapal, jika keadaan memungkinkan ikan segera disiangi (dikeluarkan isi perut dan insangnya) kemudian dicuci bersih dengan air laut. Umumnya penyiangan hanya di lakukan terhadap ikan-ikan yang berukuran besar; ikan-ikan kecil seperti lemuru dan kembung tidak praktis untuk di siangi di kapal.
Pencucian dilakukan dengan menggunakan air laut. Sisa-sisa darah dan sisa-sisa isi perut dihilangkan, demikian pula lendir-lendir yang ada. Selanjutnya jika keadaan memungkinkan, ikan disortir menurut jenis dan ukurannya dan masing-masing disimpan  di palka secara terpisah, baik didalam peti-peti maupun menggunakan rak yang terpisah. 

Pencucian Ikan Hasil Tangkapan
Selama bekerja di geladak, ikan perlu di lindungi dari sinar matahari dan hujan, misalnya dengan memasang tenda. Ikan yang bertumpuk banyak karena menunggu disiangi dapat di tutup dengan terpal basah. Geladak harus di cuci bersih setelah pekerjaan pencucican ikan selesai sebelum hasil tangkapan yang lain dinaikkan ke kapal.

PENYIMPANAN DI PALKA
Palkah untuk menyimpan ikan segar harus dibersihkan sebelum dimasuki ikan. Pekerjaan mengangkut ikan ke dalam palka harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak melukai ikan; melemparkan atau menuangkan ikan kedalam palkah atau menginjak ikan adalah praktek yang tidak baik.
Penyusunan ikan di palka dapat dilakukan dengan 4 cara, yaitu dengan menimbun (bulking), dengan bersusun lapis menggunakan rak / sekat datar (shelfving), dengan menggunakan peti-peti (boxing), dan dengan merendam ikan di dalam air dingin.

Penampang Palka Pada Kapal Ikan
A.   Menimbun Ikan di Palka (Bulking)
Yang dimaksud dengan menimbun ialah menumpuk ikan di lantai palka tanpa menggunakan penyekat datar atau peti. Cara ini pada umumnya dilakukan dikapal ikan yang kecil dan palkanya rendah. Dasar palka terlebih dahulu dilapisi es setebal +15 cm (atau lebih tebal jika dinding palka tidak diisolasi). Ikan ditumpuk di atas lapisan es itu setebal 10-12 cm; di atasnya diberi lapisan es lagi, kemudian lapisan ikan; demikian seterusnya sampai tingginya cukup; lapisan paling atas adalah lapisan es.
Tinggi timbunan ikan sebaiknya tidak melebihi 60 cm. Penimbuanan yang lebih tinggi lagi dapat merusak ikan pada lapisan yang di bawah, karena menerima tekanan yang cukup besar. Biasanya setiap 1 ton ikan yang disimpan di palka dengan cara penimbunan memerlukan ruang palka yang bervolume  2- 2,5 m3


Penyimpanan Ikan Dalam Palka Dengan Cara Menimbun

B.   Menyimpan Bersusun Lapis (Shelfing)
Cara penyimpanan ini umumnya di lakukan di kapal ikan yang palkanya cukup besar dengan tinggi palka >140 cm. Palka disiapkan dengan konstruksi khusus: di lengkapi dengan rak-rak vertikal dan horisontal yang hidup (dapat di lepas). Sekat-sekat vertikal berjarak 1 meter atau kurang, sedangkan sekat-sekat horisontal berjarak 20-35 cm. Biasanya rak-rak itu disusun membujur, di sisi kiri dan kanan, sedang ditengah-tengahnya dipakai sebagai lorong. Ikan disusun di atas rak-rak horisontal dengan diselimuti es. Ikan yang besar di susun membujur. 

Pemakaian rak-rak di palka ini dapat menghasilkan ikan yang lebih baik karena ikan tidak terlalu banyak menerima tekanan, tetapi diperlukan penanganan yang lebih banyak dan di perlukan ruangan yang lebih besar. Tiap 1 ton ikan memerlukan ruang palkah 3-4,5 m3  tergantung dari ukuran ikan.

C.   Menyimpan Ikan Di Palka Dengan Peti (Boxing)
Peti untuk menyimpan ikan di kapal umumnya dibuat dari kayu atau plastik yang dirancang dengan ukuran yang disesuaikan dengan kemampuan manusia setempat, yaitu 20-30 kg. Ukuran yang labih besar dirancang untuk diangkut oleh 2 orang. Peti dari plastik lebih mudah dibersihkan. Peti kayu hendaknya dibuat dari papan yang diserut halus dan dengan sudut-sudut yang mudah di bersihkan. 

Cool Box Yang Ditempatkan di Kapal

Ikan di susun di dalam peti dengan di campur dan di selimuti es. Karena peti-peti itu akan di tumpuk di palka, maka pengisian ikan /es tidak boleh melebihi permukaan peti agar ikan tidak tertekan peti diatasnya. Dengan cara penyimpanan ini, tiap 1 ton ikan memerlukan ruang palka 2,5 - 3 m3.

D.   Merendam Ikan Dalam Air Dingin
Palka ikan dibangun berupa tangki-tangki khusus untuk menampung air laut yang di dinginkan. Ikan direndam di dalam tangki-tangki tersebut sampai saat dibongkar di pelabuhan. Jika dilakukan dengan baik, cara ini menghasilkan ikan dengan mutu yang lebih baik; pendinginan berlangsung lebih cepat, ikan tidak menerima tekanan. Ikan-ikan besar seperti tuna dan ikan-ikan kecil seperti lemuru dan kembung dapat diperlakukan dengan cara ini. 

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjuCt3N5iy5n0fyH3NEbKjpfW6BD_7UVRm1Bf-ZRA8jptDmQVgS-VJrJZ4sSRYZ1cSgKXSEvEajcX_efrsbX9T-cg0eiYmNitPRkfCq4oDF5kfwmzDm2lD3p4GebZyHjJL8TUG_mJHXml0/s320/es6.jpg

Air laut didinginkan dengan mesin pendingin yang sudah mulai dijalankan sejak kapal meninggalkan pelabuhan menuju daerah penangkapan, dengan maksud agar air sudah cukup dingin pada waktu hasil tangkapan pertama dinaikkan. Sering kali tangki-tangki diisi dengan sejumlah es sebelum kapal meninggalkan pelabuhan.


Sumber : Modul Penanganan Hasil Perikanan, BPPP Tegal

Mengenal Ikan Pari Manta


Apakah yang akan anda pikirkan ketika mendengar kata pari manta? Beberapa orang mungkin langsung menjawab dan berpikir bahwa itu merupakan nama spesies ikan. Ya memang benar pari manta merupakan nama spesies dari ikan dari jenis pari. Pari manta dalam bahasa inggris dikenal dengan istilah nama manta ray dan merupakan jenis ikan pari terbesar di dunia. Menurut klasifikasinya pari manta memiliki kesamaan kelas dengan jenis Hiu (Elassmobranchii). Untuk lebih jelasnya, berikut adalah klasifikasi dari ikan pari manta :
Kelas             : Elassmobranchii
Famili            : Mobilidae
Subfamili       : Mylobatidae 
Genus           : Manta
Spesies        : Manta alfrediManta birostris

Hubungan yang dimiliki antara pari manta dan hiu ini didasarkan pada penemuan fosil gigi yang berumur 8 juta tahun lalu. Bila dilhat dari klasifikasi familinya ini, memang pari manta termasuk jenis pari. Akan tetapi, pari manta memiliki perbedaan yang signifikan dengan jenis ikan pari lainnya. Pari manta tidak memiliki sting (sengatan), berbeda dengan ikan pari yang memiliki sting di bagian ekornya. Sting ini sangat berbahaya terutama bagi para diver (penyelam) yang dapat melukai bahkan membunuh. Selain itu, ikan pari manta  memiliki large brain to body ratio yang berarti pari manta adalah intelligence spesies (spesies cerdas) seperti halnya dolphin (lumba-lumba). Karena kecerdasannya itu ikan ini sangat ramah terhadap para penyelam. 
Saudara terdekat dari ikan pari manta yaitu mobula. Mereka termasuk dalam satu subfamili. Perbedaan mencolok keduanya terletak pada letak mulut dan ukuran tubuhnya. Pari manta memiliki letak mulut di bagian depan tubuhnya (mouth terminal) sedangkan mobula memiliki mulut dibawah (mouth ventral). Pari manta memiliki ukuran tubuh yang lebih panjang dan besar. Rata-rata panjang (disk length) yang dimiliki oleh pari manta yaitu sebesar 4-7 m.
Bagian tubuh pari manta terdiri dari 2 yaitu dorsal (bagian atas) dan ventral (bagian bawah). Bagian dorsal terdiri dari Cephalic lobe (tanduk), eyes (mata), tail (ekor), dan dorsal fin (sirip dorsal). Bagian ventral terdiri dari gills (insang), pectoral fin (sirip pectoral), clasper/kloaka, dan mouth (mulut). Ciri khas yang dimiliki oleh ikan pari manta yang tidak dimiliki oleh pari manta yaitu adanya cephalic lobe (tanduk). Pada cephalic lobe terdapat head fins yang panjang yang memiliki fungsi untuk membantu proses makan. 

Pari manta terdiri dari 2 spesies yaitu Manta alfredi dan Manta birostris. Kedua spesies tersebut dapat dibedakan dengan melihat perbedaan ciri-ciri pada keduanya. Cara yang paling mudah yaitu dengan melihat marking (tanda) pada bagian ventral tubuhnya. Setiap pari manta memiliki tanda seperti finger print yang berbeda dan unik. Manta alfredi  memiliki marking di area antara kedua insangnya, sedangkan Manta birostris tidak memiliki tanda. selain itu, untuk Manta birostris terdapat area berwarna hitam di area sekitar pectoral fin. Pada bagian dorsal  terdapat pula perbedaan antara keduanya. Manta alfredi memiliki bentuk Y shapesedangkan Manta birostris memiliki bentuk T shape. Tanda pada bagian dorsalnya ini dapat diidentifikasi saat seseorang berada di permukaan atau  ketika bersnorkeling. Berdasarkan warna tubuhnya, pari manta dibedakan menjadi 3 yaitu chevron manta(manta normal), melanistic manta (manta hitam), dan leucistic manta (manta putih).
Seperti halnya manusia, pari manta terdiri dari male (jantan) dan female (betina). Pari manta jantan ditandai dengan adanyaclasper dan pari manta memiliki kloaka. Cara pari manta kawin (manta mating) cukup unik. Sebelum melakukan mating, terlebih dahulu manta melakukan courtship (bercumbu rayu).
Proses courtship ini membutuhkan waktu sekitar 48 jam (2 hari) dan manta terlihat berbaris kebelakang seperti kereta (manta train). Saat dirasa cukup untuk proses courtship, selanjutnya proses mating dilakukan. Proses mating hanya berlangsung cukup singkat sekitar 30-60 detik dengan gaya belly to belly. Periode kandunganmanta pregnant berlangsung 1 tahun 12 hari, sedangkan manta betina melahirkan 1-2 pup per 5 tahun. Baby manta yang baru saja dilahirkan memiliki panjang sekitar 1-1.5 m.

Pari manta merupakan plankton feeder atau pemakan plankton. Mulutnya yang besar memudahkan pari manta untuk makan. Pada bagian mulutnya tersebut terdapat filter yang berfungsi sebagai penyaring makanan yang masuk ke mulutnya. Keberadaan plankton itulah yang menyebabkan hanya plankton yang dapat masuk ke lambung. Sedangkan air yang yang masuk akan kembali keluar melalui insangnya. Setiap hari, pari manta membutuhkan makanan sebanyak 20% dari berat tubuhnya. Berat tubuh pari manta sendiri diketahui berkisar 2 ton (2000 kg). Sehingga pari manta membutuhkan plankton sebanyak 200 kg setiap harinya.


Pari manta tersebar pada wilayah perairan yang dekat dengan khatulistiwa atau pada perairan hangat (tropical and suptropical water). Indonesia yang merupakan salah satu negara yang dekat dengan khatulistiwa tentu saja keberadaan pari manta dapat ditemui disini. Beberapa wilayah yang dapat dijumpai manta yaitu di daerah Pulau We (Aceh), Pulau Derawan (Kalimantan Timur), Raja Ampat (Papua), Nusa Penida (Bali), dan Komodo National Park (NTT). Dan Komodo National Park di Kabupaten Manggarai Barat (NTT) merupakan tempat terbaik untuk melihat pari manta. Di wilayah perairan tersebut pari manta dapat dijumpai dibeberapa titik penyelaman yaitu Karang Makassar, Manta Alley, German flag, Mawan. Tingkah laku pari manta yang sering silihat di wilayah ini yaitu swimming, feeding, cleaning, courtship, dan mating. Menurut laporan Mantawach Ltd., Pari manta banyak ditemukan pada periode bulan September – Januari. Bulan September – Oktober sebagai puncaknya, karena merupakan musim kawin (mating season) bagi manta.

16 MANFAAT IKAN BAGI KESEHATAN MANUSIA

Siapa yang tidak tahu ikan? Ikan merupakan salah satu protein hewani yang sangat baik untuk kesehatan. Manfaat ikan ada banyak yang bisa didapatkan jika mengkonsumsi secara rutin. Apapun jenis ikannya, karena lemak yang terdapat dalam ikan adalah lemak tak jenuh, hal ini membuatnya mudah untuk bisa dicerna oleh tubuh dengan baik.
Kandungan nutrisi ikan
·           Asam lemak Omega-3
·           Vitamin : D dan B2 (riboflavin).
·           Kalsium
·           Fosfor
·           Mineral : zat besi, seng, yodium, magnesium, dan kalium.

manfaat ikan bagi kesehatan manusia. Apa sajakah itu?
1.    Cegah Terjadinya Penyakit Jantung
Manfaat pertama dari konsumsi ikan adalah mencegah terjadinya penyakit jantung. Menurut sebuah penelitian, suku  bangsa  Eskimo yang bertempat tinggal di Greenland memiliki prevalensi dari penderita penyakit jantung yang sangat rendah. Hal serupa juga terjadi di Jepang, disana jarang sekali ditemukan orang yang menderita  penyakit  jan­tung koroner. Apakah yang menyebabkan semua itu terjadi? Rahasianya sederhana saja, orang Eskimo dan orang Jepang suka sekali makan ikan.
Sashimi adalah makanan yang mengandung banyak manfaat ikan salah satunya manfaat ikan salmon. Orang Jepang sering mengkonsumsi makanan ini, dengan bahan utama ikan segar dalam keadaan mentah. Pada umumnya, orang Jepang dan orang Eskimo suka makan ikan dalam jumlah besar sehingga risiko untuk menderita penyakit kardiovaskuler  atau  penyakit jantung bisa lebih ditekan, khususnya untuk menderita penyakit jantung koroner. Dalam sehari, orang Eskimo mengkonsumsi ikan sekitar 300­-400 gram dan orang Jepang biasa mengkonsumsi 100-200 gram ikan setiap harinya.

2.    Makanan Pendamping Nasi Terbaik
Jika sedang bosan harus makan siang dengan lauk yang itu-itu saja, bisa coba untuk mulai memasukkan ikan sebagai daftar menu pendamping nasi yang memanjakan lidah. Ikan merupakan sumber protein hewani yang memiliki banyak keunggulan yaitu kaya akan protein, vitamin, mineral dan berkalori rendah. Ikan sangat bagus bagi yang ingin menjaga kesehatan pencernaan selain darimanfaat sayur-sayuran. Kandungan gizi yang terdapat di dalam ikan juga sangat baik bagi tubuh seperti asam amino esensiil  maupun non esensiil serta memiliki daya aborpsi yang tinggi yaitu 90-100 persen. Ikan juga mudah untuk diolah baik itu digoreng, dikukus atau direbus yang lebih sehat.

3.    Pencegahan Penyakit Kolesterol
Seseorang yang rentan terkena penyakit jantung koroner adalah orang yang memiliki kadar kolesterol di atas 300 mg/dl. Namun, ancaman dari penyakit kolesterol tidak akan terjadi jika rutin mengkonsumsi ikan.
Manfaat minyak   ikan (cold liver) yang ada di dalam ikan, mengandung asam lemak  tak  jenuh yang baik untuk kesehatan jantung yaitu asam lemak omega 3.

4.    Memfasilitasi Program Diet Sehat
Jika sedang menjalankan program diet, mengkonsumsi ikan merupakan pilihan yang baik untuk tubuh. Ikan kaya akan vitamin, mineral, dan nutrisi. Orang yang suka mengkonsumsi biasanya akan jarang mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung lemak jenuh seperti yang terdapat pada manfaat daging atau keju.
Mengapa ikan penting untuk diet?
Ikan tidak memiliki kolesterol yang tinggi, sangat tinggi protein dan vitamin serta memiliki kandungan omega 3 yang sangat tinggi. Ikan tidak akan merusak rencana diet anda.

5.    Menyehatkan Sistem Kardiovaskuler
Manfaat mengkonsumsi ikan dapat mencegah terjadinya penyakit berat seperti gagal jantung. Olahan ikan yang sehat dapat mencegah terjadinya akumulasi trigliserida, mengurangi adanya tingkat trigliserida yang berlebihan, dapat meningkatkan HDL (kolesterol yang baik), dan mencegah adanya pembekuan darah. Hal ini secara keseluruhan akan memudahkan sistem kerja kardiovaskuler.

6.    Ingin Pintar ? Makan Ikan
Pernah mendengar istilah atau saran ini? bagaimana tidak, manfaat omega 3 sangat ampuh sebagai nutrisi yang dapat mencerdaskan otak.
Tips pintar dengan konsumsi ikan:
·       Biasakan makan ikan sejak menyusui
·       Berikan anak ikan secara rutin
·       Ikan tim (bukan digoreng lebih banyak nutrisinya
·       Konsumsi ikan segar, pilih ikan yang tidak terkontaminasi.

7.    Menstabilkan Tekanan Darah Tinggi
Asam lemak omega-3 merupakan jenis lemak yang terdapat pada minyak ikan yang sangat penting untuk mencegah dan menstabilkan tekanan darah tinggi. Kandungan tinggi asam lemak omega 3 banyak terkandung dalam ikan salmon dan mackerel.

8.    Mengurangi risiko stroke
Tekanan darah tinggi dan makanan tinggi lemak merupakan salah satu penyebab utama terjadinya stroke. Konsumsi daging ikan secara rutin akan membantu mengurangi tekanan darah dan sangat baik untuk sistem kardiovaskuler tubuh. Dengan demikian anda yang suka dengan makan ikan akan sedikit mengurangi risiko penyakit stroke.

9.    Mata dan kulit menjadi lebih sehat
Kandungan fosfor dan vitamin yang cukup tinggi sangat penting untuk membantu kesehatan mata dan kulit yang menjadi sehat. Vitamin D dan B2 sangat penting untuk kesehatan tulang dan kulit. Omega 3 juga sangat penting untuk mencegah inflamasi yang menjadi sebab penuaan dini.

10. Mengurangi risiko adanya kanker
Sebuah studi yang dilakukan di Swedia pada 6000 orang selama kurang lebih 30 tahun ternyata menunjukkan bahwa konsumsi ikan secara rutin dapat mengurangi risiko terkena kanker prostat. Kandungan zat riboflavin dipercaya juga dapat mencegah dan menghalau berbagai jenis kanker lainnya yang berbahaya bagi tubuh.

11. Mencegah Terjadinya Peradangan
Zat asam lemak omega 3  sangat ampuh untuk mencegah terjadinya peradangan dan mengurangi risiko terkena penyakit arthritis. Asam lemak pada ikan mampu mengikat radikal bebas yang menjadi sebab utama peradangan selain membantu memberikan nutrisi yang tepat untuk tubuh manusia.

12. Mencegah Depresi
Orang yang mengkonsumsi ikan sangat efektif untuk mencegah terjadinya depresi pada tubuh dan otaknya. Mengapa bisa terjadi seperti ini ? Asam lemak Omega 3 sangat penting untuk mencegah terjadinya depresi. Depresi sering terjadi karena kandungan asam lemak omega 3 yang sangat rendah.


13. Mengurangi resiko terkena alzheimer
Alzheimer merupakan salah satu penyakit yang berhubungan dengan degredasi fungsi otak manusia. Konsumsi ikan dapat membantu meningkatkan fungsi neuron pada otak yang berfungsi untuk memori dan daya ingat otak. Para peneliti di berbagai belahan dunia memang telah mengungkapkan bahwa kandungan gizi ikan ini sangat penting untuk mencegah penyakit alzheimer, terutama ikan kukus (bukan di goreng)

14. Mencegah Dimensia
Dimensia adalah salah satu penyakit yang berhubungan dengan otak, asam lemak omega tiga yang terdapat pada ikan sangat penting untuk mengurangi risiko terkena penyakit dimensia ini.

15. Ibu Hamil dan Masalah Prematur
Kandungan gizi pada ikan, penting untuk mengurangi risiko melahirkan prematur. Selain itu kandungan asam lemak omega 3 juga dapat membantu meningkatkan fungsi otak janin dalam kandungan.

16. Mencegah Diabetes
Ikan adalah salah satu jenis makanan yang baik untuk diabetes, jika anda ingin sehat maka konsumsi lah ikan secara teratur. Selain itu ikan juga dapat membantu melancarkan peredaran darah yang penting untuk mencegah terjadinya diabetes.


Tentu manfaat ikan ini harus kita simak secara jernih karena tidak semua jenis ikan dapat memberikan nutrisi yang sama. ada yang sedikit ada pula yang banyak nutrisinya. Untuk itu ada baiknya kita mengulas manfaat ikan sesuai dengan jenisnya.

Sambal Tuna Dalam Botol

Sambal adalah olahan turunan dari bahan baku cabe yang dicampur dengan bahan lain dan ikan juga bisa de...